""

www.mandailing.org

malaysian / indonesian | english

Isi : : Agama & Adat

 

isi

makalah

links

kontak

foto

foto lama

 

Agama & Adat

Perkuburan & Lobu

Setiap Huta mempunyai sebidang tanah perkuburan. Kebiasaannya letaknya di luar Huta, tampi masih mudah didatangi. Selain daripada tanah perkuburan, di sekitar Huta biasanya terdapat pula tanah perkuburan makam-makam leluhur yang mula-mula membuka Huta tertentu. Pada masa lampau, walaupun tidak dengan cara-cara yang khusus dan istimewa, tempat makam leluhur dihormati oleh penduduk Huta. Meskipun tidak merupakan suatu tradisi yang mengikut, tetapi kalau Raja atau anggota keluarga Raja meninggal dunia, mereka dikebumikan di pemakaman leluhur.

Di tanah-tanah perkuburan kuno yang dipanggil lobu atau huta lobu banyak terdapat patung batu. Dalam bahasa Mandailing, patung ini disebut batu tagor, yang menurut kepercayaan, dapat memberi tanda (isyarat) dengan suara gemuruh apabila akan terjadi sesuatu hal kepada keluarga raja. Selain batu tagor terdapat patung yang dinamakan batu pangulu balang yang biasanya terdapat di sudut desa, yang menurut kepercayaan, menjaga desa dan akan memberi pertanda apabila ada sesuatu yang akan menganggu penduduk. Patung-patung batu tagor dan batu panghulu balang, yang diakui oleh orang-orang Mandailing sebagai warisan nenek moyang mereka kelihatannya sama sekali berbeda dari patung-patung peninggalan zaman Hindu dan Buddha.

Tempat yang bernama Padang Mardia, terletak lebih kurang 2 km dari pasar Panyabungan sekarang, dahulunya terdapat banyak patung-patung batu dan kuburan kuno. Patung batu yang dahulunya banyak terdapat di tempat tersebut lama-kelamaan menjadi punah kerana dirusakkan oleh penduduk sekitarnya yang anti "berhala". Kini yang masih tersisa hanya beberapa kuburan kuno dan pecahan-pecahan patung batu.


Kubur di kompleks Raja Junjungan Huta Godang, Mandaling Julu
(Foto Peter Zabielskis)



Kubur Marga Nasution di Panyabungan Tonga-Tonga, Mandailing Godang
(Foto Abdur-Razzaq Lubis)



Makamnya Raja Junjungan Lubis di Sayurmainchat, Mandailing Julu
(Foto Abdul-Razzaq Lubis)

 

>>> kembali ke 'agama & adat'

The contents of this site is the reponsability of the respective contributors

 

update september 2006