|
Makalah
Na
Itam Na Robi
Zaman sebelum masuknya Islam ke Mandailing, orang
Mandailing menyebut zaman itu na itom na robi, artinya, zaman
purba yang hitam atau gelap, yakni jahiliah. Sebelum Islam, masyarakat
Mandailing adalah masyarakat si pele begu, yakni masyarakat yang
memuja roh leluhur mereka.
Sampai sekitar awal abad ke-20, sisa-sisa dari
agama kuno itu masih tampak bekasnya dalam kehidupan masyarakat
Mandailing. meskipun agama Islam telah merata menjadi anutan orang
Mandailing. Di beberapa tempat misalnya masih dilakukan orang
upacara pemanggilan roh yang disebut pasusur begu atau marsibaso
yang sangat dikutuk oleh ulama.
Amalan si pele begu melibatkan upacara meminta
pertolongan roh leluhur buat mengatasi misalnya bencana alam seperti
musim kemarau panjang yang merusak tanaman padi penduduk. Orang-orang
yang pernah menyaksikan upacara itu sulit membantah lantaran turunnya
hujan lebat di tengah kemarau panjang setelah selesainya upacara
ritual itu dilakukan.
Namun iman orang-orang Mandailing sebagai pemeluk
agama Islam menganggap perbuatan itu, dosa yang mesti dihindari,
mendorong masyarakat Mandailing membuang sama sekali sisa-sisa
warisan si pele begu. Alim ulama masyarakat Mandailing telah menapis/menyaring
amalan dan perubatan dari zaman na itom na robi dan mengekalkan
amalan dan perbuatan yang tidak bertentangan dengan Islam.
|