|
Biografi
Tokoh-Tokoh
Jejak
Mandailing
Oleh
Yuana
Dijamu secangkir the di Kantor Kompas, staf BWS mewawancarai Fotografer
dari Kompas, Arbain Rambey dan Abdur Razzaq Lubis, dari negri jiran,
Malaysia yang berkerjasama menggelar 'Pameran Foto Mandailing'.
Pameran tersebut dibuka pada hari Sabtu, 12 Oktober sampai tanggal
12 Nopember 2002.
Pameran yang diadakan selama sebulan itu digelar atas kerjasama
dengan Restoran Number One di Jalan Wahid Hasyim Lantai II, milik
seorang berkewarganegaraan Australia, Ibrahim Champion. Asalan mereka
memilih tempat tersebut dikarenakan ruangan dilantai II tersebut,
sangat baik untuk dibuat galeri, yang kebetulan kosong dan lokasi
restoran yang sangat strategis. Lima Puluh Tiga (53) koleksi foto
yang ditampilkan merupakan koleksi terbaru yang berlokasi di daerah
Mandailing, Sumatra Utara.
Sewaktu pemotretan dilakukan, menempuh perjalanan panjang, Abdur
Razzaq sendiri yang menjadi petunjuk mengenai lokasi pengambilan
gambar. Banyak koleksi yang dapat di peroleh dari perjalanan tersebut,
namun tidak semua koleksi dapat dipamerkan. "Pengambilan objek
untuk data dan untuk yang dipamerkan berbeda, foto untuk data tidak
layak untuk dipamerkan tetapi layak sebagai informasi", Arbain
menjelaskan sambil memperlihatkan beberapa koleksinya serta foto
favoritnya.
Kedua sahabat yang menggemari kuburan tua ini berencana akan membuat
sebuah buku bertajuk 'Ini Mandailing'. Pria kelahiran George Town,
Penang, 12 Agustus 1959 ini menambah bahwa Zulkfili Lubis, seorang
Antropolog ambil bagian dalam pelaksanaan buku yang sudah sejak
lama ingin diterbitkan. Abdur Razzaq menjelaskan bahwa literature
yang diperolehinya sangat minim, sementara melakukan penelitian
membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun kerisauannya ini dibantu
oleh The Nippon Foundation untuk membiayai penelitiannya
yang berjudul 'The Politics of Identity Construction: The Case
of The Mandailing people'.
Abdur Razzaq yang getol sekali dalam menggali situs-situs Mandailing
mengatakan bahwa Mandailing telah ada sejak abad ke 19, masa Perang
Padri. Secara teratur ia juga menjalin kontak dengan cendikiawan
Mandailing di Indonesia.
Mengelola situs www.mandailing.org dari Penang, Malaysia merupakan
bagian dari kecintaan Abdur Razzaq terhadap kampung halaman yang
sudah menjadi sebagian dari jati dirinya, mengingat bgahwa ia turunan
ketujuh dari marga Lubis yang datang ke Malaysia.
Gambaran kehidupan masyarakat di Tanah Mandailing dapat dilihat
dari koleksi yang dimiliki oleh Arbain Rambey. Ragamnya gambaran
yang bercerminkan kemandailingan dari keindahan hingga keseharian
masyarakatnya menjadi dokumentasi yang diabadikan oleh pria kelahiran
Semarang, 2 Juli 1961 yang pernah menjadi juri untuk Badan Warisan
Sumatra dalam acara Lomba Foto 'Bangunan Bercerita 2002.
Lebih lanjut tentang Mandailing www.mandailing.org
Badan Warisan Sumatra Heritage Trust, Volume 5 No. 02 Nopember
2002
|