IBU Boru Lubis siang itu banyak tersenyum. Matahari
baru saja mulai condong ke Barat, tapi sudah beberapa butir emas
kecil didapatnya dari Sungai Batangnatal, Kecamatan Batangnatal,
Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut).
Sehari-hari, Ibu Boru Lubis ini bersama kelompoknya,
yang sekitar sepuluh orang, mengais rezeki dari tepian Sungai
Batangnatal. Yang laki menggali dasar sungai atau bukit di tepian
sungai, sementara yang perempuan mendulang pasir untuk mendapatkan
emas yang terkandung di dalamnya.
Mereka memang pendulang emas tradisional yang sangat
banyak terdapat di Kabupaten Mandailing Natal, Sumut. Selain di
Sungai Batangnatal, pendulang emas tradisional ini juga bisa dijumpai
di Sungai Batanggadis, masih di Kabupaten yang sama. Bisa dibayangkan,
betapa kayanya tanah Mandailing akan emas, karena menurut pengakuan
para pendulang, tiada hari tanpa mendapatkan emas.
Emas yang didapat dari pendulangan dalam satu kelompok
disatukan pada sebuah batok kelapa untuk kemudian dijual ke penampung.
Dalam sehari, sebuah kelompok bisa mendapatkan paling tidak dua
gram emas. Saat emas makin sulit didapatkan pada suatu tempat,
kelompok itu akan berpindah lagi ke tempat lain.
Sudah dasarnya sifat manusia tidak sabaran. Kini
pendulang tradisional juga sudah melengkapi diri dengan pompa-pompa
diesel yang kuat. Tanah yang diperkirakan mengandung emas tidak
lagi digali dengan tangan, tapi dengan sedotan pompa.
Logam berwarna kuning ini memang tidak pernah kehilangan
penggemar sejak ribuan tahun yang lalu. Emas telah memberi warna
tersendiri pada Kabupaten Mandailing Natal. (Arbain Rambey)

Dulang - Berbekal piring besar
dari kayu yang disebut dulang, para pendulang emas memutar pasir
yang berisi emas dengan air sungai. Usai diputar-putar, butiran
emas dan pasir besi yang berat akan tertinggal di dasar dulang.
(Kompas/Arbain Rambey)

Rumah Sementara
- Para penambang emas biasanya berkelompok dan tinggal di suatu
tempat sampai tidak ditemukan emas lagi. Mereka membangun rumah
sementara di tepi sungai sebagai tempat tinggal.

Dengan Mesin - Pada beberapa tempat di Sungai Batangnatal,
pengerukan pasir yang mengandung emas sudah menggunakan mesin.
(Kompas/Arbain Rambey)