""

www.mandailing.org

malaysian / indonesian | english

Isi : : Geografi & Ekonomi

 

isi

makalah

links

kontak

foto

foto lama

 

Geografi & Ekonomi

Emas... Emas... Emas...
Oleh Arbain Rambey
Kompas 3 November 2002

IBU Boru Lubis siang itu banyak tersenyum. Matahari baru saja mulai condong ke Barat, tapi sudah beberapa butir emas kecil didapatnya dari Sungai Batangnatal, Kecamatan Batangnatal, Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut).

Sehari-hari, Ibu Boru Lubis ini bersama kelompoknya, yang sekitar sepuluh orang, mengais rezeki dari tepian Sungai Batangnatal. Yang laki menggali dasar sungai atau bukit di tepian sungai, sementara yang perempuan mendulang pasir untuk mendapatkan emas yang terkandung di dalamnya.

Mereka memang pendulang emas tradisional yang sangat banyak terdapat di Kabupaten Mandailing Natal, Sumut. Selain di Sungai Batangnatal, pendulang emas tradisional ini juga bisa dijumpai di Sungai Batanggadis, masih di Kabupaten yang sama. Bisa dibayangkan, betapa kayanya tanah Mandailing akan emas, karena menurut pengakuan para pendulang, tiada hari tanpa mendapatkan emas.

Emas yang didapat dari pendulangan dalam satu kelompok disatukan pada sebuah batok kelapa untuk kemudian dijual ke penampung. Dalam sehari, sebuah kelompok bisa mendapatkan paling tidak dua gram emas. Saat emas makin sulit didapatkan pada suatu tempat, kelompok itu akan berpindah lagi ke tempat lain.

Sudah dasarnya sifat manusia tidak sabaran. Kini pendulang tradisional juga sudah melengkapi diri dengan pompa-pompa diesel yang kuat. Tanah yang diperkirakan mengandung emas tidak lagi digali dengan tangan, tapi dengan sedotan pompa.

Logam berwarna kuning ini memang tidak pernah kehilangan penggemar sejak ribuan tahun yang lalu. Emas telah memberi warna tersendiri pada Kabupaten Mandailing Natal. (Arbain Rambey)



Dulang - Berbekal piring besar dari kayu yang disebut dulang, para pendulang emas memutar pasir yang berisi emas dengan air sungai. Usai diputar-putar, butiran emas dan pasir besi yang berat akan tertinggal di dasar dulang. (Kompas/Arbain Rambey)


Rumah Sementara - Para penambang emas biasanya berkelompok dan tinggal di suatu tempat sampai tidak ditemukan emas lagi. Mereka membangun rumah sementara di tepi sungai sebagai tempat tinggal.


Dengan Mesin
- Pada beberapa tempat di Sungai Batangnatal, pengerukan pasir yang mengandung emas sudah menggunakan mesin. (Kompas/Arbain Rambey)

>>> kembali ke 'geografi & ekonomi'

The contents of this site is the reponsability of the respective contributors

 

update september 2006