|

Pentas dan Podium
yang sederhana hasil kerjasama Forum Mahasiswa Sorik Marapi
(FORMASI) dengan Naposo-Nauli Bulung Sibanggor Julu. Kemitraan
kedua institusi ini semakin mendekatkan tali silaturrahmi
antara pemuda desa dengan pemuda yang sedang merantau mencari
ilmu di berbagai pelosok di Indonesia dan Malaysia. Berdasarkan
data institusi telah mencapai angka 60 mahasiswa yang kuliah
di dalam dan luar negeri dari 10 desa di Tarlola Sibanggor.
|

Margordang, Gordang
Sambilan. Terlihat pemimpin gordang (Jangat) sedang menunjukka
kebolehannya di hadapan ribuan masyarakat di Tarlola Sibanggor.
Gordang Sambilan terdiri atas 9 gendang yang dinamai 3 jangat,
jom, saba jae saba julu, udong-kudong, tampul tolang, tepe-tepe,
dan sebagainya. Atraksi ini bisa memakan waktu sampai 1
jam dalam satu atraksi.
|
|

Parsuling dan Paronang-onang sedang
menunjukkan kebolehannya dalam mengikuti irama Gordang Sambilan.
Paronang-Onang ini bisa memunculkan syair yang spontan baik
dalam lirik suka maupun duka. Terkadang penonton bisa dibuat
tertawa terjungkal-jungkal dan bisa juga menangis mengenal
isi onang-onang. Onang-Onang ini juga merupakan budaya yang
mulai punah di Mandailing. Perlu dimasukkan dalam kurikulum
lokal (bahasa daerah) seni yang mulai punah ini.
|

Manortor, merupakan seni tari
tradisional. Konon kabarnya manortor ini hanya boleh dilakukan
pada pesta adat dan pesta perkawinan putra atau putri raja.
Terlepas dari siapa yang boleh melakukan aksi ini, dipandang
perlu untuk merevitalisasi seni ini melalui kurikulum lokal
di Sekolah Dasar dan Menengah di Mnadailing Natal.
|
|

Marmoncak atau atraksi pencak
silat merupakan seni beladiri yang dikenal luas di Mandailing
dan Minangkabau. Untuk bisa melakukan atraksi ini, harus
diimabangi dengan ketrampilan dan kelihaian yang memadai.
Ada kalanya atraksi ini dilengkapi dengan senjata yang sebenarnya
seperti pisau. Jika si pemain tidak lihai bisa-bisa membawa
petaka baginya.
|

Mamodil atau menembak merupakan
seni yang sudah tergolong moderen. Secara tradisional dikenal
adanya aktifitas Mangultop, yaitu menembak burung dengan
peralatan sederhana dari bambu sebagai laras senjata dan
lidi ijuk yang dibubuhi gabus sebagai pelurunya. Tidak jarang
peluru ini bisa mematikan burung dengan jarak tembak sampai
50 meter.
|
|

Masyarakat Tarlola Sibanggor terlihat
antusias mendengar dan menyaksikan pertunjukan musik dan
tor-tor tradisional Mandailing (Gordang Sambilan dan Tor-Tor)
pada Acara Semarak Idul Fitri 1412 H/2003 di Desa Sibanggor
Julu, Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal. Gordang
dan Manortor merupakan budaya yang mulai punah di Mandailing.
Dengan mengandalkan dana swadaya desa, kini 2 (dua) Grup
Gordang Sambilan masih eksis di Desa Sibanggor Julu.
|

Pemerintah Desa (Kepala Desa,
BPD, LPM) dan Tokoh Masyarakat (Jabatan Agama, Hatobangan)
sedang serius mendengarkan Kata Sambutan dari Ketua Panitia
Semarak Idul Fitri 2003, Abdul Rozak Tanjung, Mahasiswa
Administrasi Negara Universitas Sumatera Utara, Medan. Dalam
posisinya sebagai mahasiswa, ketua panitia menekankan perlunya
revitalisasi nilai-nilai pendidikan, budaya dan agama di
Lembah Sorik MarapiGunung tertinggi ke-2 di Sumatera
Utara
|