|
Marga
Rangkuti
Orang-orang Mandailing bermarga Rangkuti dan pecahannya
marga Parinduri, juga tidak menudukung pendapat yang mengatakan
mereka bersal dari Toba. "...sampai kini tidak seorang pun
marga Rangkuti yang menganggap dirinya Batak, tidak marmora (punya
hubungan kerabat mertua) dan tidak maranak boru (punya hubungan
kerabat bermenantu) ke Tanah Batak". Sebab "menurut penuturan
yang dihimpun dari orang-orang tua di Mandailing dan disesuaikan
pula dengan tarombo marga Rangkuti, bahwa Ompu Parsadaan Rangkuti
(nenek moyang orang-orang bermarga Rangkuti) di Runding bernama
Mangaraja Sutan Pane, yang pada kira-kira abad ke XI datang dari
Ulu Panai membuka Huta Runding dan mendirikan kerajaan di sana.
Kerajaan tersebut berhadapan dengan Harajaon (kerajaan) Pulungan
di Hutabargot di kaki Tor (gunung) Dolok Sigantang di seberang sungai
Batang Gadis kira-kira 16km dari Panyabungan".
Versi lain pula mengatakan bahwa nenek moyang orang
Mandailing bermarga Rangkuti pada mulanya datang "dari Aceh
Selatan (dari Rondeng Tapak Tuan) menyusur pantai laut sampai ke
Natal". Dari sana mereka kemudian turun ke Mandailing Godang
dan mendirikan perkampungan mereka yang dinamakan Runding sesuai
dengan nama tempat asal mereka.
|