""

www.mandailing.org

malaysian / indonesian | english

Perantauan Orang Mandaling Ke Malaysia

 

isi

rencana

links

kontak

gambar

gambar lama

 

Perantauan Orang Mandailing ke Malaysia

Rencana

Orang Mandailing mempunyai tradisi Pai Kolang, perantauan ke pantai barat Semenanjung Malaysia. Perang Paderi (1816-1833) ada yang menyebut dari 1803-1838, memasuki Mandailing untuk menguasai tambang/lombong dan pengeluaran mas di samping menyebarkan agama Islam. Perang antara kaum adat dan kaum Paderi di Minangkabau, Perang Paderi bertukar menjadi perang antara kaum Paderi dan Belanda setelah Belanda memihak kepada kaum adat. Sekitar tahun 1820, Paderi memasuki Mandailing . Sebagian orang Mandailing ada yang memihak Paderi dan sebagian menyebelahi Belanda. Kaum Paderi coba menghancurkan segala sesuatu yang ada hubungannya dengan amalan/agama nenek moyang yang dianuti oleh orang-orang Mandailing yang bertentangan dengan Islam ala-Paderi. Peristiwa ini mencetuskan perantauan besar-besaran orang-orang Mandailing ke Malaysia pada abad ke 19, dikepalai oleh Raja-Raja Mandailing yang diikuti oleh marga-marga.
Kehadiran orang-orang Mandailing di Malaysia meledakkan peperangan di tiga negeri yang berlangsung selama 30 tahun. Dari Melaka, pelarian Mandailing mengungsi ke Sungai Ujong (Seremban, Negeri Sembilan, hari ini), melombong/menambang mas sebelum terlibat dalam Perang Rawa, 1848. Mereka kemudian mengungsi ke tambang/lombong mas di Pahang, di mana mereka terheret dalam Perang Orang Kemaman (Perang Pahang, 1857-1863). Kemudian mereka coba menguasai tambang bijih timah di Selangor yang menjadi rebutan, sebelum mengepalai Porang Kolang (Perang Selangor, 1867-1873). Menjadi buruan orang Melayu Pahang, Bugis dan British, mereka melepaskan diri ke negeri Perak dan menjadi askar-askar upahan British dalam Perak War (1875-1876) menentang orang Melayu Perak. Sampai ke hari ini, keturunan "pengacau-pengacau" Mandailing masih dapat ditemui di Negeri Sembilan, Pahang, Selangor dan di Perak. Mulanya sebagai pelombong, pedagang/peniaga dan askar upahan, mereka kemudian menjadi pentadbir (penghulu), pendidik dan forester.




Caption: Peta perantauan orang-orang Mandailing ke Semenanjung
Credit: Donald Tugby, 'Cultural Change and Identity: Mandailing Immigrants in West Malaysia', University of Queensland Press, 1977.

 

>>> kembali ke 'isi'

The contents of this site is the reponsability of the respective contributors

 

update september 2004