Proposal Pemugaran dan Pembuatan Jalan Makam Namora Pande Bosi
di Hatongga, Tapanuli Selatan
oleh Drs. Pengaduan Lubis
& Abdur-Razzaq Lubis
Badan Warisan Sumatra & Ikatan Kebajikan Mandailing Malaysia
(IMAN)
Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Pemugaran dan Pembuatan Jalan ke Makam Namora Pande Bosi
Namora Pande Bosi adalah moyang orang-orang Mandailing
bermarga Lubis. Makamnya diketemui pada tahun 1963. Perencanaan
pembangunan jalan dan Balai Makam Namora Pande Bosi telah berjalan
selama 34 tahun dari tahun 1963 sampai sekarang.
Menjangkau tiga dekad itu, hampir semua orang-orang
tua yang telah banyak berjasa menjaga Makam Namora Pande Bosi telah
terlebih dahulu kembali ke hadrat Allah subhana wa taíalla.
Atas kesedaran dan daya usaha mereka dan orang-orang
Mandailing bermarga Lubis di Indonesia, jalan sepanjang 1.6km menuju
ke makam itu, telah dibina. Tinggal 232 meter lagi yang perlu dibangunkan
untuk mencapai makam itu.
Maka terserahlah kepada generasi penerus untuk
menyambung daya usaha mereka ini agar cita-cita murni mereka untuk
melihat jalan terus ke Makam Namora Pande Bosi dibangunkan, menjadi
kenyataan.
Inilah peluang yang sebaik-baiknya bagi orang-orang
Mandailing Malaysia yang bermarga Lubis untuk memberi sumbangan
mereka sebagai tanda ingatan mereka terhadap Namora Pande Bosi,
yang telah memberi nama marga mereka.
Usaha untuk membangun jalan, melandskap dan memugarkan
(memelihara atau melestarikan) Makam Namora Pande Bosi akan dikendalikan
bersama oleh:
Asal Usul Marga Lubis
Selama berabad-abad lamanya dan sampai sekarang masyarakat Mandailing
mempercayai bahawa Namora Pande Bosi adalah nenek moyang orang-orang
Mandailing yang bermarga Lubis.
Menurut legendanya, Namora Pande Bosi berasal dari
Bugis di Sulawesi Selatan. Dalam pengembaraannya dia sampai ke satu
tempat yang bernama Sigalangan di Tapanuli Selatan. Kemudian dia
berkahwin dengan puteri raja di tempat tersebut dan terkenal sebagai
pandai besi yang mulia. Namora Pande Bosi dan isterinya yang bergelar
Nan Tuan Layan Bolan* mendapat dua orang anak lelaki yang diberi
nama Sutan Borayun dan Sutan Bugis.
Pada suatu ketika Namora Pande Bosi pergi meyumpit
burung ke tengah hutan dan di sana dia bertemu dengan seorang puteri
orang bunian dan mengahwininya. Menurut satu cerita, wanita itu
adalah orang Lubu (orang asli). Dari perkahwinannya itu, Namora
Pande Bosi mendapat dua orang anak lelaki kembar yang masing-masing
diberi nama Si Langkitang dan Si Baitang. Ketika kedua anak tersebut
masih dalam kandungan, Namora Pande Bosi meninggalkan isterinya
dan kembali ke Hatongga.
Menjelang dewasa Si Langkitang dan Si Baitang pergi
mencari bapa mereka dan menemukannya di Hatongga. Lalu mereka tinggal
bersama keluarga bapa mereka di tempat tersebut.
Tidak beberapa lama kemudian, terjadilah perselisihan
antara anak-anak Namora Pande Bosi itu dengan anak-anaknya bersama
puteri raja Sigalangan.
Maka Namora Pande Bosi menyuruh anaknya Si Langkitang
dan Si Baitang meninggalkan Hatongga. Mereka disuruhnya pergi ke
daerah Mandailing dan jika mereka menemukan tempat di mana terdapat
dua sungai yang mengalir dari dua arah yang tepat bertentangan (dalam
bahasa Mandailing dinamakan muara patontang) di situlah mereka membuka
tempat pemukiman baru.
Setelah lama mengembara akhirnya Si Langkitang
dan Si Baitang menemukan muara patontang, lantas mereka membuka
pemukiman baru di tempat itu.
Tidak lama setelah ditinggalkan anaknya Si Langkitang
dan Si Baitang, Namora Pande Bosi meninggal dunia dan dimakamkan
di Hatongga. Makam tersebutlah yang akan dipugar. Isterinya Nan
Tuan Layan Bolon yang meninggal kemudian dimakamkan di satu tempat
yang bernama Hombang Bide, kurang lebih 2km dari Hatongga. Makamnya
masih ada di situ sampai sekarang.
Semua keturunan Si Langkitang dan Si Baitang yang
menyebar di seluruh tanah Mandailing dan di tempat-tempat lain dikenali
sebagai orang-orang Mandailing yang bermarga Lubis. * Dalam tarombo
marga Lubis yang disusun oleh Raja Junjungan pada tahun 1897, ada
juga tercatat bahawa nama isteri Namora Pande Bosi ialah Boru Dalimunte
Naparila, artinya puteri Dalimnte yang pemalu.
Makam Namora Pande Bosi
Dengan petunjuk dari keturunan raja Sigalangan, Makam Namora Pande
Bosi ditemukan pada tahun 1963 di Hatongga. Makam tokoh legendaris
yang sangat terkenal itu terletak di tengah persawahan penduduk
setempat.
Makam tersebut berada kurang lebih 2km jauhnya
dari Jalan Raya Lintas Sumatra yang melalui desa Sigalangan, kurang
lebih 14km jauhnya dari kota Padang Sidimpuan (ibu kota Kabupaten
Tapanuli Selatan).
Atas usaha sejumlah orang Mandailing bermarga Lubis,
kurang lebih 1.6km panjangnya jalan dari desa Sigalangan ke arah
makam Namora Pande Bosi sudah dibangunkan sehingga dapat ditempuh
dengan kenderaan bermotor (kereta). Tetapi jalan menuju ke makam
tersebut, yang panjangnya kurang lebih 232 meter masih harus dibangun
supaya dapat dilalui dengan berjalan kaki atau dengan menggunakan
kenderaan.
Jika jalan yang panjangnya kurang lebih 232 meter
tersebut sudah dibangun, maka para penziarah yang selalu banyak
berdatangan mengunjungi Namora Pande Bosi, di antaranya dari Malaysia,
akan mudah mendatangi makam yang dimuliakan itu. Menurut rencana
jalan yang panjangnya 232 meter itu akan dibangun dengan lebar 3
meter.
Pemugaran Makam Namora Pande
Bosi
Pemugaran Makam Namora Pande Bosi di Hatongga merupakan usaha untuk
memelihara peninggalan sejarah yang berkaitan dengan salah seorang
tokoh legendaris masyarakat Mandailing yang cukup terkenal di seluruh
Nusantara.
Dalam hal ini, keadaan makam tersebut yang semula jadi akan tetap
dipertahankan agar keasliannya sebagai peninggalan sejarah akan
senantiasa terpelihara. Dengan demikian, dari satu keturunan ke
satu keturunan berikutnya, pengunjung-pengunjung akan sentiasa dapat
menyaksikannya sebagai peninggalan sejarah yang tetap utuh dan berwibawa.
Menepati tradisi budaya masyarakat Mandailing,
sebuah bangunan pelindung Makam Namora Pande Bosi akan ditegakkan
yang dinamakan Bale menurut adat Mandailing. Bentuknya Bale ini
berupa bangunan bertiang empat, beratap zink atau ijuk, dan tidak
berdinding. Bale tersebut akan mengatapi (melindungi) Makam Namora
Pande Bosi sebagaimana yang lumrah berlaku kepada makam tokoh-tokoh
terkemuka dalam masyarakat Mandailing. Makanya nilai historis dan
keaslian Makam Namora Pande Bosi tersebut tidak akan terjejas dengan
pembinaan Bale itu.
Makam Namora Pande Bosi bersama Bale itu terletak
dalam suatu kawasan seluas 21 x 36 meter persegi.
Supaya pemugaran (pemeliharaan) Makam Namora Pande
Bosi berjalan dengan baik dan teratur, maka pelaksanaannya akan
dilakukan di bawah pengawasan Badan Warisan Sumatra (Sumatra Heritage
Trust) dengan dua orang pakar runding. Seorang yang ahli dalam adat
resam Mandailing dan seorang lagi yang ahli dalam kerja-kerja pembinaan
jalan.
Adalah dianggarkan pemugaran Makam Namora Pande
Bosi bersama pembuatan jalan sepanjang 323 meter menuju makam tersebut
akan dapat diselesaikan selama kurang lebih 3 bulan dari tarikh
kerja dimulakan.
Pembiayaan
Pembugaran Makam Namora Pande Bosi bersama dengan pembuatan jalan
sepanjang 323 meter menuju makam tersebut memerlukan dana yang jumlahnya
dianggarkan sebagai berikut:
| Pakar runding |
Rp. 1_ juta |
(RM495) |
Pembuatan jalan yang akan dikerjakan
gotong royong.
Kos ini tidak termasuk upah kerja |
Rp. 5_
juta |
(RM1,815)
|
| Bale |
Rp. _ juta |
(RM165) |
| Ijok |
Rp. _ juta |
(RM165) |
| Papan tanda dalam tiga bahasa
Bahasa Mandailing
Bahasa Melayu
Bahasa Inggeris |
Rp. 2_ juta |
(RM825) |
| Perisytiharan wakaf |
Rp. 5,000 |
(RM1.50) |
| Pengangkutan & Penginapan |
Rp. _ juta |
(RM165) |
| Laporan Pemugaran |
Rp. _ juta |
(RM165) |
| Hal Luar Jangka |
Rp. æ juta |
(RM247.50) |
| Jumlah |
 |
RM4,000 |
Pakar Runding
Drs. Z. Pengaduan Lubis
Ketua Umum Yayasan Pengkajian Budaya Mandailing
Ketua Bidang Adat dan Budaya Himpunan Keluarga Besar Mandailing
(HIKMA)
Dosen Luar Biasa Jurusan Etnomusikologi, Fakultas Sastra Universitas
Sumatra Utara
Dosen Luar Biasa Jurusan Ilmu Sosial Universitas Sumatra Utara (USU)
Pejabat:
Kantor Jurnal OASIS
Fakultas Sastra Universitas Sumatra Utara
Jl. Universitas No. 19
Medan 20155
Indonesia
Rumah:
Jl. Beringin No. 9
Komp. Perumahan Wartawan
P. Brayan Darat Medan
Indonesia
Tel: (061) 620 164
Abdur-Razzaq Lubis
Sarjana Toyota Foundation
Pejabat/Rumah:
120 Lebuh Armenian
10200 Pulau Pinang Malaysia
Tel: 60 4 262 0123
Fax: 60 4 263 3970
E-mail: lubisksn@tm.net.my
Hasti Tarekat
Eksekutif Direktor
Badan Warisan Sumatra
Pejabat:
Garuda Plaza
18 Sisingamangaraja
Medan 20213
Indonesia
Tel: 62 61 71 14 11
Fax: 62 71 71 44 11
Rumah:
56 Sei Padang
Medan 20154 Indonesia
Tel/Fax: 62 61 81 35 34
Email: hastitar@indosat.net.id
Ibrahim Champion
Koordinator Pembangunan Infrastruktur Desa Tertinggal - Sumatra
Pejabat/Rumah:
Jl. Sei Padang 56 Medan 20154
Indonesia
Tel/Fax: (62-61) 813534
Email: ekovis@idola.net.id
Surat Pengurus Pembina Makam Namora Pande Bosi
Sigalangan. 5 Desember 1997.
Kehadapan Yth:
Para Kahanggi Marga Lubis
Ass. W. W.
Setelah menyelusuri Sejarah Namora Pande Bosi sejak dari pencarian/penempuan
hingga perencanaan Pembangunan Balai Makam Namora Pande Bosi, telah
berjalan selama 34 tahun, yaitu dari bulan Januari 1963 hingga saat
ini.
Perjuangan yang begitu panjang (selama 34 tahun) rasanya sudah cukup
lama untuk mewujudkan atau menyelesaikan suatu program yang direncanakan,
tapi nyatanya harapan/kebanggaan itu kiranya belum terwujud dan
baru pembelian tanah lokasi Makam ukuran 21 x 36 meter dan satu
bangunan Balai yang kini sangat memperihatinkan.
Kalau ditinjau dan dihitung-hitung betapa banyaknya
keturunan yang bermarga Lubis (dari Namora Pande Bosi), mustahillah
tidak akan terselesaikan apa yang dihajati/dicita-dicitakan selama
ini, tapi kiranya baru demikianlah halnya.
Para kahanggi marga Lubis yang berada jauh diperantauan,
mereka beranggapan bahwa Pembangunan/Pembinaan Makam Namora Pande
Bosi baik ia mengenai jalan-jalannya ataupun bangunan lainnya, ini
telah rampung kesemuanya, setelah mereka tiba di Lokasi, apa yang
mereka bayangkan selama ini kiranya meleset sama sekali.
Tapi yang serius lagi... tidak sedikit manusia-manusia
diluar yang bersuku Lubis mendikte atau mengukur kesanggupan problema
marga Lubis sampai dimana kesanggupan kita untuk mengangkat martabat
nenek moyang kita.
Yah... tak apalah... kita tidak mudah dipengaruhi/dipancing
pemikiran-pemikiran yang demikian, kerana kita berprinsif serta
bersifat tersendiri, kita tidak mudah dipengaruhi bentuk apapun,
bagaimana tahannya nenek moyang kita menciptakan/menempa besi buat
peralatan bagi manusia, betapapun panasnya besi yang dibakar, dia
tidak mengelauh, malah percaya, hingga apa yang dihajatinya dapat
terlaksana, gitulah kejiwaan marga Lubis.
Perlu kami sampaikan disini, bahwa para orang-orang
tua yang telah banyak berjasa didalam pencarian/penemuan Makam Namora
Pande Bosi III ini, kini hampir tak ada lagi, mereka telah duluan
kembali Kehadirat ALLAH SWT, dengan banyak meninggalkan kenangan
baik untuk kita selaku generasi penerus, hingganya untuk kelanjutan
penyelesaian programnya kita agak tersendat-sendat nampaknya.
Untuk tidak terlampau lama mendiamkan semangat
yang kita bina selama ini, maka timbullah rasa panggilan hati yang
tulus untuk bertindak melanjutkannya sebagaimana cita-cita para
pendahulu kita melaksanakan pembangunannya demi menghormati serta
menjunjung tinggi martabat nenek moyang kita, selaku yang menurunkan
orang2 yang bermarga Lubis.
Untuk itu kami sangat mengharapkan partisipasi
para kahanggi, kiranya apa yang kami rencanakan ini agar sependapat
dengan kami, dan sekaligus mintak restu/advis sebagaimana cara untuk
memperoleh dana yang kita butuhkan demi kelanjutan pembangunan/pembinaan
Makam Namora Pande Bosi dimaksud. Untuk tahap pertama yang kami
rencanakan bersama ini turut kami lampirkan skema yang akan dikerjakan,
andainya dana tersebut telah kita terima. Bagaimana prinsip-prinsip
selanjutnya mohon selalu mendapat berita. Untuk ini lebih dulu diucapkan
terima kasih. Pengurus Pembina Makam Namora Pande Bosi Lobu Hatongga
Sigalangan Kec. Bat. Angkola.
Ketua Sekretaris
Kari Mustafa Lubis Barayun Lubis
|